3 Hal Yang Harus Dihindari Saat Men-charge Baterai

by aries on June 19, 2015

Siapa yang tidak ingin baterai smartphone-nya bisa awet dan tahan lama dan bisa dicas dengan cepat? Namun, ada beberapa hal yang harus dihindari yang berkaitan dengan baterai smartphone. Baterai adalah bagian paling sensitive dan vital bagi smartphone yang kita miliki. Penggunaan masa hidup dari baterai juga bisa dipengaruhi oleh perilaku kita.Waktu masa hidup baterai Li-Ion yang terbatas hanya dua tahun, bisa semakin berkurang lebih cepat jika kamu tidak menghindari beberapa perilaku yang akan diulas dalam artikel berikut ini:

Tips Agar Baterai Awet

1. Jangan Men-charge/ mengisi Baterai di computer

Men-charge smartphone melalui colokan USB dari komputermu tidak hanya akan memakan waktu yang lebih lama, namun juga bisa berbahaya. Hal ini bisa berpengaruh pada daya tahan dari baterai. Material yang digunakan untuk elektroda dan elektrolit baterai akan stabil hanya dalam spektrum suhu yang kecil, dan mereka tidak suka saat kamu memindahnya dari zona nyaman tersebut.

Jika kamu men-charge bateraimu dengan brutal, terutama digunakan untuk koneksi dengan voltase yang tinggi, maka bisa menurunkan kapasitasnya hanya dalam beberapa bulan saja. Battery University mencatat penurunan hingga 65 % dari kapasitas aslinya, saat baterai dipanaskan hingga 40 derajat Celsius.

Jadi, idealnya gunakanlah charger original dan hubungkan ke stop kontak listrik yang biasa. Transformator yang disediakan ini akan memberikan arus yang searah, yang semestinya tidak akan membuat panas baterai, sehingga bisa memaksimalkan daya tahan baterai.

2. Jangan sepenuhnya menguras bateraimu

Jika level bateraimu sudah turun hingga tinggal 2 % saja, maka sudah terlalu terlambat untuk menemukan soket charger. Waspadalah jika bateraimu telat di cas, karena mungkin bisa menyebabkan kerusakan dan memperpendek usia baterai.

Dalam sebuah tes jangka panjangnya, Battery University menemukan bahwa secara rutin baru mengecas baterai setelah levelnya mencapai batas, menyebabkan umur keseluruhan baterai hanya berkisar 300 hingga 500 siklus pengisian saja, sedangkan baterai yang langsung di cas setelah mencapai level 25-50 % bisa mencapai 1000 hingga 2500 siklus pengisian. Jadi, segera charge bateraimu meski dayanya masih tersisa 30 atau 50 %.

3. Jangan Men-charge Baterai Semalaman

Struktur dari baterai sangatlah tersusun dan teratur, jadi selama pengisian, ion lithium akan ditekan kedalam jeruji grafit. Masalahnya disini adalah bahwa ion lithium akan berekasi secara brutal dengan kristal saat mereka bertemu dan terhubung. Dan semakin besar/ penuh baterai diisi, maka semakin besar pula kemungkinan koneksi ini.

Kristal ini sangatlah tajam, besar, dan merusak. Dan berhubung kristal tersebut begitu besar, sehingga jeruji grafit yang seharusnya ditutupi, sebenarnya justru menjadi memecah sedikit demi sedikit. Dan dengan semakin sedikitnya individual ini yang tersisa, maka secara logis ruang yang ada untuk lithium-ion menjadi berkurang yang artinya kapasitas baterai juga berkurang. Jadi, jangan sampai kamu mengisi bateraimu hingga mencapai 100%. Sayangnya, saat ini belum tersedia aplikasi yang bisa menghentikan pengisian baterai secara otomatis, katakanlah pada batas 80 %. Jadi, kamu harus memastikan bahwa smartphonemu tidak dicas berlebihan. Battery University bahkan juga menemukan bahwa ketika kamu secara teratur mengisi bateraimu hanya pada batas 70 %, bisa membuatmu mendapatkan siklus lebih dari 1000 kali dari itu.

Comments on this entry are closed.