5 Mitos Salah Kaprah Tentang Smartphone

by Ummy Tsabit on November 30, 2015

Tentu kita sudah sering mendengar berbagai mitos mengenai smartphone. Misalnya saja, “Apa kamu tahu, bahwa mengecas ponsel semalaman bisa membunuh bateraimu?” atau ada yang bilang, “Jangan baru mengisi ulang baterai setelah benar-benar habis”, dan masih banyak mitos yang lain. Tapi, apa yang kalian bicarakan?  ini tahun 2015 Bung! Untuk lebih membuka wawasanmu tentang mitos seputar smartphone, maka kali ini akan kami ulas mengenai 5 Mitos Smartphone Yang Belum tentu Benar untuk mengakhiri salah persepsi mengenai smartphone saat ini :

kebenaran mitos smartphone

Mitos # 1 : Mengecas Ponsel Semalaman Bisa Membunuh Bateraimu

Banyak orang percaya, bahwa mengecas ponsel semalaman akan membuat baterai kita overcharge, sehingga akan berbahaya bagi baterai smartphone.

Memang, mitos ini benar adanya pada satu titik tertentu, namun dengan berkembang pesatnya teknologi di bidang IT sekarang ini, baterai juga mengalami peningkatan yang pesat. Baterai yang digunakan dalam smartphone keluaran terbaru sudah cukup cerdas untuk tahu kapan mereka harus menghentikan proses pengisian daya.

Jadi, menaruh ponselmu untuk di charge setiap malam menjelang tidur tidak akan membahayakan siklus masa hidup baterai. Bahkan jika kamu meletakkan ponsel untuk di charge selama 8 jam (dengan asumsi kamu tidur selama 8 jam), dan baru mencopotnya keesokan paginya, maka baterai sesungguhnya sudah berhenti mengisi daya setelah 3 jam (dengan asumsi ponselmu membutuhkan waktu setidaknya 3 jam untuk terisi penuh).

Mitos # 2 : Jangan mengecas ponselmu sampai benar-benar mati total

Baterai yang digunakan pada ponsel keluaran terkini kebanyakan merupakan jenis Lithium-ion baterai dan mereka jauh lebih pintar dibanding dengan jenis baterai yang lebih lama seperti NiCAD dan NiMH. Baterai Li-ion bisa bertahan lebih lama ketika kamu membiarkannya terkuras sepenuhnya sebelum mengisi dayanya kembali ke kondisi 100 % full. Baterai modern tidak menghadapi masalah seperti itu karena mereka tidak memiliki “memori sel” seperti halnya baterai NiCAD dan NiMH.

Namun disarankan agar kamu sebaiknya segera mengecas smartphonemu sebelum mencapai 0 %. Baterai modern memiliki jumlah siklus pengisian daya yang tertentu dan saat mereka sudah mencapai siklus tersebut, maka mereka bisa mati total. Dan ketika kamu benar-benar menguras baterai smartphonemu, maka itu akan menghitung awal dari siklus pengisian daya yang lain.

Meski begitu, beberapa pakar mengatakan bahwa kamu sebaiknya membiarkan baterai smartphonemu mati total sebelum dicharge, setiap tiga bulan sekali  atau biasa disebut dengan istilah kalibrasi baterai. Hal ini tidak akan meningkatkan masa hidup bateraimu, namun melainkan akan mengkalibrasi baterai. Hal ini membantu pembacaan daya baterai yang tertera pada layar ponselmu untuk tetap akurat.

Mitos # 3 : Aplikasi yang berjalan di latar belakang sebaiknya ditutup dulu untuk menghemat baterai dan menghindari Lag

Baik kamu menggunakan OS Android ataupun iOS, akan sangat efektif jika itu berkaitan dengan mengatur aplikasi yang berjalan di latar belakang (back ground). Aplikasi yang berada dalam daftar aplikasi terbaru yang dipakai atau Recently Used, sebenarnya tidak benar-benar berjalan di latar belakang dan mengambil sumber daya pemrosesan, mereka hanya berada dalam daftar tersebut hanya untuk memberikanmu pengalaman multitasking yang lebih efisien. Jika ponselmu membutuhkan tambahan RAM untuk melakukan suatu tugas, maka ia akan secara otomatis menghapus aplikasi yang sudah tidak kamu gunakan lagi.

Mitos ini tampaknya menjadi logis karena gagasan bahwa pengolahan yang dilakukan di latar belakang pasti mempengaruhi sumber daya sistem dan memperlambat kinerja telepon, tapi itu tidak benar. Menutup aplikasi hanya akan membuat mereka membuka kembali dengan perlahan-lahan.

Mitos # 4 : Menjaga Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS tetap menyala bisa mengurangi daya baterai

Itu tidak benar. Fungsi ini dapat terus menyala sepanjang waktu namun mereka tidak akan mengurangi masa hidup bateraimu. Satu-satunya waktu dimana layanan ini bisa menguras bateraimu adalah saat mereka sedang digunakan. Jadi setelah Bluetooth diaktifkan, bila kamu tidak menggunakan perangkat Bluetooth, maka tidak akan menguras bateraimu lagi, begitu juga jika kamu menyalakan Wi-Fi ketika kamu tidak sedang mengakses jaringan. Generasi terbaru dari Bluetooth atau Wi-Fi hanya mengambil sedikit sekali daya atau tidak mengambil sama sekali saat mereka sedang tidak digunakan. Jadi, sampai pada waktu kamu menggunakannya, dengan hanya mengaktifkan mereka tidak akan menyebabkan pengurasan baterai yang kentara.

Mitos # 5 : Ponsel dengan spesifikasi lebih tinggi berarti kinerjanya lebih baik

Ini merupakan salah satu mitos yang paling lama dan paling dipercaya oleh banyak orang. Namun, mitos ini juga sebenarnya keliru. Spesifikasi ponsel yang lebih tinggi bukan berarti kinerjanya menjadi lebih baik. Dan sebaliknya, ponsel dengan spek yang lebih rendah belum tentu bisa berkompetisi dengan mudah dengan ponsel dengan spek lebih tinggi. Ada banyak faktor yang bisa menentukan baik tidaknya kinerja sebuah smartphone, dan bagaimanapun juga, pengalaman penggunalah yang jauh lebih penting.

Sebuah contoh yang akan membuat pernyataan ini menjadi lebih jelas bagimu adalah jumlah megapiksel kamera smartphone. Banyak yang percaya bahwa semakin besar megapikselnya, maka berarti kameranya akan semakin lebih baik. Padahal kita ambil contoh, kamera iPhone milik Apple umumnya hanyalah sebesar 8 MP, namun ini jauh lebih baik dibandingkan dengan banyak kamera ponsel Android yang besarnya 16 MP. Karena selain megapiksel, keseluruhan kualitas dari sensor, lensa, dan software pemrosesan gambar dari suatu kamera ponsel, juga berperan sangat penting.

Contoh lain adalah bahwa ada beberapa ponsel Android mid range dengan spesifikasi di atas kertas lebih baik dari iPhone atau biasa disebut dengan flagship killer, tapi itu tidak berarti ponsel ini lebih cepat atau unggul dengan ponsel yang memiliki spesifikasi rendah.

Comments on this entry are closed.