Cara Mengatasi Proses Charging HP Android Yang Lambat

by Ummy Tsabit on November 14, 2015

Apakah kamu pernah mengalami, sudah men-charge baterai (mengisi daya) selama berjam-jam namun tidak juga kunjung terisi penuh? Hal ini merupakan masalah yang umum terjadi, dan tidak hanya terbatas pada ponsel atau tablet saja. Hal tersebut bisa mempengaruhi semua perangkat yang menggunakan port micro USB untuk menerima daya dalam mengisi baterainya. Jika kamu juga terkena dampak dari masalah yang mengganggu ini, maka jangan khawatir! Berikut ini akan kami ulas beberapa solusi yang bisa kamu gunakan untuk mengatasi masalah charging yang lama dan lambat agar proses charging bisa berjalan lebih cepat dalam semua jenis perangkat smartphone atau tablet ;

mengatasi charging HP yang lambat

Ganti kabel USB-nya

Banyak sekali kasus, jika kabel penghubung antara micro USB dan perangkatlah yang merupakan biang keroknya. Kabel ini akan kehilangan efisiensinya seiring berjalannya waktu dan pada akhirnya tidak bisa menyediakan cukup Ampere untuk mengisi daya baterai smartphone atau perangkat lain. Solusinya, gantilah kabel penghubung micro USB-nya. Kamu bisa membeli kabel yang baru atau meminjam kabel yang digunakan untuk perangkat lain. Jika ternyata proses charging-nya berubah cepat, maka yang menjadi masalah adalah kabel chargernya. Dan tips saat kamu membeli kabel, maka carilah yang sedikit lebih tebal. Mereka dapat mentransfer arus tinggi tanpa macet.

Beli charger yang baru

Jika mengganti kabel USB tidak berhasil, maka saatnya untuk mengganti chargernya. Banyak sekali jenis charger berbasis USB yang tersedia di pasaran, namun usahakan untuk membeli charger yang berkualitas baik. Namun, hal itu bisa menjadi urusan yang menantang karena banyak juga beredar charger dengan kualitas buruk. Ciri-ciri charger yang berkualitas baik sebagai berikut :

  • 5v 2.0 A – ini merupakan standar dari spesifikasi charger yang baik. Jadi, beli charger yang memiliki output paling tidak 2.0 Ampere dengan tegangan 5 Volt. Bacalah terlebih dulu informasi yang tertera di bagian depan atau belakang charger.
  • Hindari membeli charger dengan kabel USB yang bisa dilepas, karena port atau koneksi mereka akan menjadi hilang setelah penggunaan yang sering. Lebih baik gunakan charger dengan output micro USB yang tetap.
  • Salah satu contoh charger yang berkualitas baik adalah  Blackberry PlayBook charger yang memiliki ouput 2.0 ampere yang stabil dan kabel micro USB yang tetap (tidak bisa dilepas).
  • Peringatan :  tahan dirimu untuk tidak menggunakan charger dengan kabel multi fungsi yang memiliki konektor universal (satu charger dengan beberapa jenis kabel sekaligus), karena outputnya sering kali tidak stabil.

Hindari pengisian daya dari powerbank, laptop, atau PC

Meski perangkat tersebut juga bisa digunakan untuk men-charge smartphone atau tablet dengan menggunakan port USB, namun itu masih bukanlah menjadi ide yang terbaik. Port USB pada komputer diperuntukkan untuk mentransfer data, mereka tidak menyediakan cukup arus bagi perangkat untuk mengisi daya. Oleh karenanya, proses charging menjadi lambat.

Arus keluaran untuk USB dalam skenario yang ideal adalah sebagai berikut:
• USB 2.0 dapat menyediakan hingga 500mA (0.5 A)
• USB 3.0 dapat menyediakan hingga 900mA (0.9 A)

Jika kamu tidak memiliki charger di sekitarmu, dan menggunakan port USB di PC sebagai jalan terakhir, maka akan lebih bagus jika kamu menghubungkan perangkatmu ke port khusus USB versi 3.0 yang dayanya lebih besar (berwarna biru).

Menjauhlah dari ponsel selama proses charging

Menggunakan ponsel atau tablet selama proses pengisian daya masih berlangsung, dapat memberikan pengaruh negatif pada masa hidup baterai Android. Hal tersebut akan meletakkan baterai pada load yang berat dan menyebabkan perangkat memanas. Lakukan hal ini sebelum kamu menaruh ponselmu untuk di-charge:

  • Tutup / akhiri semua aplikasi yang masih berjalan.
  • Matikan koneksi Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS.
  • Atur ponselmu dalam mode Airplane (pesawat). Dengan mode ini, akan mematikan semua koneksi wireless atau seluler. Hanya lakukan hal ini jika kamu sedang tidak mengharapkan komunikasi apapun.

Ganti baterai smartphonemu

Jika perangkatmu sudah berusia cukup lama, dan baterainya akan cepat terkuras setelah melalui proses charging yang lumayan lama, maka ada kemungkinan jika bateraimu sudah mulai hampir habis masa hidupnya (sekarat). Untuk itu, ganti bateraimu dengan yang baru, menggunakan baterai asli buatan pabrikan smartphonemu (Original Equipment Manufacturer). Jika mereka sudah tidak lagi memproduksi ponsel atau baterainya, jangan khawatir, kamu masih bisa menemukan baterai replikanya. Meski begitu, perhatikan dulu spesifikasinya dan pilih yang berkualitas baik.

Ganti versi terbaru dari perangkat Androidmu

Jika kamu baru saja meng-upgrade Sistem Operasi perangkatmu melalui System Update dan mengalami baterai yang cepat terkuras habis atau proses charging yang lama, maka itu berarti OS yang baru sedang terkena bug atau tidak kompatibel dengan perangkatmu. Solusinya, lakukan langkah-langkah untuk downgrade versi Androidmu ke versi sebelumnya atau tunggu hingga bug-nya sudah bisa diatasi.

Comments on this entry are closed.