Hal Penting Yang Harus Dilakukan Sebelum dan Sesudah Update Android

by Ummy Tsabit on September 1, 2015

Evolusi Android kini telah mengalami perkembangan yang begitu pesat. Bisa dibilang, Android mengalami update versi setiap tahunnnya. Mulai dari zaman kemunculannya di Tahun 2008 yang lalu, kini Android sudah mengalami beberapa kali update (pembaruan) versi. Diawali dengan versi Cupcake, kini Android sudah sampai ke versi dengan inisial huruf ‘M’ yakni Marshmallow. Tentu bagi kamu yang memiliki smartphone dengan OS Android yang versinya masih jadul, seperti ICS Ice Cream Sandwich) atau JB (Jelly Bean), ada yang menginginkan untuk mendapatkan Android versi yang terbaru dan terkini seperti KitKat atau Lollipop.

tips update android

Namun kamu harus hati-hati, karena seringkali setelah melakukan update versi terbaru, smartphone Android akan mengalami beberapa masalah, seperti munculnya bug, baterai yang boros, kinerja smartphone yang jadi lambat, atau smartphone yang sering nge-lag atau hang. Untuk meminimalisir dampak buruk tersebut, simak 4 hal yang penting dilakukan sebelum dan sesudah melakukan update Android berikut ini:

1. Back up data-datamu

Ini merupakan salah satu hal yang paling penting, yakni mem-back up data. Semakin banyak dan sering data yang kamu back-up akan semakin baik, dan semakin banyak lokasi penyimpanan back up data yang kamu gunakan, maka semakin aman. Misalnya, manfaatkan layanan backup melalui cloud, gunakan salah satu aplikasi back up data terbaik untuk Android, salin semua data ke komputer PC menggunakan kabel USB, kirim data-datamu ke email, atau cara apapun untuk melakukan back-up ini. Intinya, kamu harus terus menerus melakukan back up agar data-datamu tidak hilang.

2. Isi penuh bateraimu

Ini juga penting agar smartphone Androidmu tidak kehilangan daya selama proses update. Jadi, pastikan smartphonemu memiliki kapasitas baterai yang memadai sebelum kamu memulai update. Disarankan untuk memastikan bateraimu memiliki minimal sekitar 70- 80 %  daya , sebelum kamu memulai mengunduh setiap update.

3. Ambil beberapa screenshot di saat-saat terakhir

Ada baiknya juga jika kamu mengambil beberapa screen shot pada home screen layar smartphonemu, lalu mengemailkannya ke akun emailmu sebelum kamu memulai update. Jika kamu menggunakan launcher Android alternatif, kamu bisa menyimpan home screen sesuai pilihanmu. Namun jika kamu menggunakan stock launcher, maka mengambil screen shot dari home screen akan sangat berguna. Hal ini akan bertindak sebagai pengingat yang berguna yang bisa kamu gunakan untuk menyetel kembali smartphonemu sama seperti apa yang kamu sukai sebelumnya. Memang, proses update itu sendiri tidak akan mereset ponselmu, namun langkah mengambil screen shot ini akan berguna nantinya setelah kamu membaca tips berikutnya.

4. Hapus cache dan lakukan factory reset

Mungkin beberapa dari kalian mengklaim tidak ada perlunya untuk melakukan factory reset setelah melakukan update. Namun, setidaknya kamu harus membersihkan sesampahan sytem untuk Androidmu setelah menginstall firmware yang baru. Ini merupakan cara termudah dan tercepat untuk membersihkan bug penguras baterai yang muncul di awal dan mengatasi masalah kinerja.

Pendekatan dengan factory reset dan pemulaian dari awal lagi dengan firmware yang baru setelah melakukan update Android akan memberimu kesempatan terbaik untuk menghidari berbagai masalah yang tampaknya melanda para pengguna sesaat setelah update.

Saat kamu sudah mem-backup semua datamu dan menginstall update, cukup reboot ponselmu ke mode recovery (biasanya dengan mematikan ponsel lalu menekan tombol Power dan Volume Down secara berurutan), lalu pilih wipe the cache partition dan lakukan factory reset. Setelah kamu melakukan booting lagi, cukup kembalikan kembali (restore) backup-an datamu dan atur home screenmu kembali sebagaimana kamu menyukainya menggunakan screenshot home screen yang tadi kamu ambil sebagai sebuah rujukan.

Selain hal-hal diatas, langkah lain yang perlu diperhatikan saat melakukan update Android adalah, pastikan kamu menggunakan akses internet yang cepat (minimal HSDPA, atau kalau bisa 4G) untuk kelancaran proses update. Dan juga pastikan bahwa kuota internetmu masih dalam jumlah yang besar paling tidak 2 GB, karena file update biasanya membutuhkan data yang kapasitasnya besar.

Comments on this entry are closed.