Setelah Xiaomi, kini giliran One Plus kagetkan pasar smartphone

by aries on December 11, 2014

Setelah Xiaomi menggegerkan pasar smartphone dengan berhasil membukukan penjualan yang fantastis, kini giliran teman senegaranya yang berusia lebih muda, One Plus yang mengagetkan pasar. Kenapa mengagetkan? Bagaimana tidak, dalam aplikasi uji smartphone Vellamo, One Plus menorehkan catatan ytang menarik. Dari tiga kategori tes yang disediakan oleh Vellamo, One Plus berada diurutan papan atas, bahkan mampu menjadi yang teratas di salah satu kategori.

Setelah Xiaomi, kini giliran One Plus kagetkan pasar smartphone

Dalam uji multicore, One Plus berada terpaut dibawah satu peringkat alias di urutan ke dua setelah HTC One M8 dengan perolehan poin 1824, di mana jauh mengungguli salah satu smartphone penguasa saat ini, Samsung Galaxy S5 yang hanya mendapatkan 1647 poin. Sedangakn untuk tes browser, poin perolehan One Plus yang 2796 terpaut tipis dari Samsung Galaxy S5 yang mendapat 2715 poin. Urutannya juga sama-sama di tempat ke dua setelah HTC. Namun pada kategori tes uji metal untuk mencari kekuatan pada satu operasi, One Plus mampu mengangkangi HTC dengan poin 1653.

Trik strategi penjualan ala One Plus

Lalu, jurus ampuh apa saja yang digunakan oleh One Plus untuk menarik perhatian pasar pertama kali? One Plus berdiri pada Desember 2013 dan merencanakan 4 bulan strategi dan meluncurkan satu produk saja. Baru setelah bulan April 2014 One Plus meluncurkan seri resmi pertamanya, One Plus One. Yang menarik, One Plus tidak mengedarkan smartphone terbarunya pada toko-toko besar, melainkan lewat pemesanan Online milik mereka sendiri.

Cara promosinya pun tergolong unik. Dengan cara membagikan 100 unit smartphone hanya dengan membayar 1 dolar saja. Namun, sebagai persyaratannya adalah siapapun yang berminat dan tertarik dengan smartphone ini, harus membuat video yang berisi rekaman menghancurkan smartphone lamanya dengan berbagai cara yang bebas. Hasilnya, beragam smartphone bermerek seperti iPhone 5, Samsng Galaxy S3, maupun HTC One, banyak yang menjadi korban. Ada yang menghancurkannya dengan cara digergaji listrik, dibanting, dilempar, bahkan dengan cara dilindaskan di lintasan kereta listrik. Video-video ini akhirnya menjadi tontonan menarik setelah banyak diunggah di situs Youtube. Komentar yang masuk pun beragam, ada yang menganggapnya keterlaluan dan tidak elegan, ada yang justru mengacungi jempol karena One Plus melakukan strategi yang unik dan brilian.

Tak perlu waktu lama, dalam kontes yang bertajuk ‘Smash the Past’ tersebut mampu menarik perhatian 140 ribu orang untuk mengirimkan videonya. Mengapa cara ini dilakukan? Menurut Carl Pei, Co-Founder dari One Plus mengatakan, langkah ini ditempuh karena pada saat itu hanya tersedia dana promosi sebesar 300 dolar saja. Menurut Carl, cara promosi besar-besaran yang dilakukan  oleh samarphone merek branded, hanya akan memberikan dampak yang besar di awal-awal saja. Pada bulan ke dua dan seterusnya,  penjualan akan mengalami penurunan yang drastis. Hampir semua dana promosi dialokasikan untuk Facebook yang akan bertujuan untuk memberikan link  ke konsumen. Efek dari strategi menggunakan media social ini akhirnya membuahkan hasil. Yang menarik, respon terbesar justru berasal dari luar negeri sepeerti Swedia, Denmark, Italia, Amerika Serikat, dan juga Taiwan. Sehinnga, tujuh bulan setelah rilis produk, One Plus berhasil menjual seri andalannya One Plus One sebanyak 500 ribu unit.

Lalu apa yang ditawarkan One Plus one sehingga berhasil menarik banyak peminat? Smartphone ini hadir dengan dua pilihan kapasitas memori, 16 GB dan 64GB. Yang masing-masing dibanderol hanya dengan 299 dan 349 dolar. Untuk display-nya, One Plus One menggunakan blayar LTPS LCD seluas 5,5 inchi dengan resolusi 1080×1920 piksel dan sudah dilindungi Corning Gorilla Glass 3. OS-nya menggunakan Android Cyanogen Med berbasis KitKat. Untuk dapur pacu, menggunakan proseosr Qualcomm MSM8974AC Snapdragon 801 berinti Quad core berkecapatan 2,5 GHz Krait 400 dengan baterai berkapasita 3.100 mAh.

Sungguh membuat pengguna baru atau pengguna yang memiliki budget mepet tergiur untuk mendapatkannya. Apakah One Plus One akan menorehkan rekor baru setelah ini? Kita tunggu saja kelanjutannya.

Comments on this entry are closed.